Aset Digital Jaman Now Seberapa Penting

Harga Souvenir | Mug | Gelas | Flashdisk | Pin

Aset Digital Jaman Now: Seberapa Pentingkah?

Aset Digital Jaman Now – Sudah akrabkah telinga kita dengan pemahaman tentang Aset? jika Sudah, apa telah memiliki atau belum?

Jika sudah, apa saja aset Anda? Apakah aset itu menguntungkan? Ataukah aset itu menggerus tabungan kita?

Pentingnya Aset Digital Jaman Now

Pentingnya Aset Digital Jaman Now.

Pada wilayah enterpreneur, kita lazim mendengar kata tersebut, terlebih saat mempunyai dana melimpah, atau ketika proses membangun usaha, atau sedang mempertimbangkan pengadaannya.

Apa itu aset? Berdasarkan situs wikipedia, aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari.

Pada referensi lainnya dinyatakan bahwa aset adalah sumber daya atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas.

Kehadiran Internet

Kehadiran internet yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup manusia merevolusi pola bisnis yang biasa digunakan saat itu.

Dimulai kira-kira tahun 1990 an, internet merubah pola hidup dan bisnis manusia, hal yang bisa jelas dilihat adalah bersurat menggunakan kertas, berubah menjadi kertas elektronik atau email di era internet.

Dahulu kala kita masih berkirim surat kertas berisi tagihan, ketika internet tiba dokumen pdf dan email menggantikannya.

BACA JUGA: CARA TEPAT MENINGKATKAN BRAND AWARNESS.

Hal serupa juga terjadi pada pola mengirimkan foto di awal 2000an yang tadinya mengirim foto via attachment email, saat ini dengan FB dan Instagram.

Dalam dunia marketing bisnis, sebelumnya terbiasa dengan mencetak ribuan brosur untuk dijadikan sebagai media promosi.

Sejak ada internet, brosur itu berubah jadi e-flyer atau file gambar yang bisa disebarkan lewat email dan media sosial untuk promosi.

Tadinya mesti sewa ruko untuk memulai aktivitas dagang seperti berjualan, sekarang kita cukup dengan membuat website dan media social, etviola kita sudah bisa berjualan online.

Hemat sekali bukan! Internet murah dalam hal memangkas ongkos produksi dan marketing!

Internet sudah mulai merebak bak popularitas para youtubers dan gamers e-sport saat ini, dua tahun lalu menurut survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pengguna internet Indonesia pada 2016 adalah 132,7 juta jiwa.

Sedangkan jumlah penduduk Indonesia adalah 256 juta jiwa. Hampir 50% lebih pengguna internet di tanah air.

Bagaimana dengan Aset Digital Jaman Now

Bagaimana dengan menggeliatnya bisnis yang menggunakan internet di Indonesia? Menurut Samuel Abrijani Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika RI) melalui data IDC (International Data Corporation) Indonesia mengatakan, saat ini transaksi e-commerce Indonesia mencapai angka USD 651,7 juta pada 2016.

Angka itu tidak memasukkan transaksi jasa seperti Go-Jek, Grab dan lainnya. Melihat fakta tersebut, artinya merebaknya antusiasme sumber daya ekonomi di dunia internet.

Jadi dapat dikatakan masyarakat Indonesia telah menemukah “harta karun” baru dari internet untuk meraih laba. Disamping itu juga kerap bermunculan pemain seperti Kaskus.co.id dengan forum FJB nya yang mengajak warganet untuk berjualan di websitenya.

Selain Kaskus mendapat untung dari iklan, warganet yang jadi member juga dapat berjualan menggunakan sistem website nya Kaskus.

Hal setali tiga uang berlaku pada e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan lain sebagainya. Raksasa-raksasa yang kerap disebut Unicorn dan semi Unicorn itu berjuang dengan meraup keuntungan sebesar-besarnya dari omzet bsinisnya itu.

Serupa dengan aplikasi transportasi online Go-Jek dan Grab yang mengajak masyarakat jadi tukang ojek dan mendapatkan profit.

Komunikasi antar manusia menjadi semakin mudah berkat internet dan media sosialnya, disamping untuk bersosialiasi, sosmed juga dapat dipakai untuk membangun berbagai bisnis mereka. Gerilya para pebisnis digital tanah air dapat terlihat dalam komposisi pengguna media sosial di bawah ini:

Aset Digital Jaman Now: Media Sosial

Platform social media seperti Facebook, Instagram, Youtube, Twitter dan LinkedIn masih yang terdepan dalam hal banyaknya pengguna di tanah air.

Selanjutnya Kemudian perilaku konsumen yang komersial, warganet pun sudah kadung terbiasa melakukan belanja di online shop saat ini.

Contoh sukses berbisnis lewat website dan media sosial pun sudah banyak dirasakan oleh para pegiat bisnis online di Indonesia.

Seperti di daerah Bali, ada jasa catering yang pergunakan FB fanspage Catering Kita Bali bersama website catering nya, mampu dapat pelanggan dan cetak omzet.

Kemudian ada seorang mahasiswi dengan akun Instagram Sindyyshop yang memulai bisnis online 3 tahun lalu dan sekarang sudah profit. Bahkan mampu biayai kuliahnya sendiri.

Pegiat bisnis online tidak memerlukan tempat untuk disewa dalam menjual berbagai produknya. Hanya dengan berbekal aset digital serta konsisten dan disiplin mengisinya dengan konten-konten kreatif yang menjual dapat membuat pelanggan semakin percaya dan yakin membeli produk mereka.

Perkembangan Platform Online

Kalau kita berkaca pada pemain besar dan netizen yang berbisnis online, mereka mempunyai sumber daya atau platform yang mendatangkan nilai ekonomis.

Platform tersebut berupa website, aplikasi, akun facebook (personal dan page), instagram, twitter, youtube, linkedin dan entitas online lainnya.

Tokopedia, Kaskus, Shopee punya aset digital bernama website. Sekarang siapa yang tak kenal Aplikasi transportasi Go-Jek, Grab dan Uber yang memiliki aset digital yang berjalan di Android dan Iphone. BCA punya aset digital di website klikbca.com nya.

Bagaimana apabila semua aset itu hilang? Kena crack, tercuri atau lupa memperpanjang nya. Jelas rugi besar. Aset digital tidak bisa dipandang sebelah mata.

Disamping itu Bapak Marketing Indonesia Hermawan Kertajaya juga memakai unsur digital dalam teknologi marketing 4.0 nya yakni merubah kebiasaannya yang menjadi melek digital dengan semboyan Moving from Traditional To Digital dalam rangka memenangkan hati pelanggan.

Produk kita tidak lagi laris, namun mendapatkan loyalitas dan pembelaan dari pelanggan.

Kemudian Masih menurut Hermawan, perihal konten wajib create konten yang tidak mendikte pelanggan. Konten itu harus membuka hati pelanggan dengan unsur edukasi, diskusi, penyadaran dan pembelaan.

Berbagai ragam konten itu bisa berupa artikel, gambar, audio dan video. Content is the king! dan harus kita gunakan untuk memperkuat nilai produk kita.

Dunia Digital Internet

Dunia Digital Internet.

Type Aset Digital Jaman Now

Meningkatkan omzet bisnis dan membuat pelanggan loyal. Selanjutnya adalah bertindak konsisten untuk membangun kekuatan bisnis kita secara online, dibawah ini adalah beberapa cara mengembangkan bisnis melalui aset-aset digital jaman now:

1. Website

Berikan artikel yang berisi edukasi tentang produk. Aktiflah membuat promo dan event. Tuliskanlah di website, beri fasilitas share di media sosial agar ada partisipasi dari netizen untuk ikut sebarkan artikel Anda. Update artikel bisa seminggu/dua minggu sekali. Google senang dengan website yang sering update. Rumus Google adalah Content is The King!.

Seperti Website www.maritimtours.com dalam bidang pariwisata, telah mampu mendapatkan omset dari penjualan onlinenya.

2. Facebook

Postinglah dua status dalam sehari di FB fanspage. Baik itu gambar (informatif/iklan), artikel ataupun video, bisa jadi konten status itu berasal dari website Anda.

Bagikan (share) konten itu di facebook personal Anda juga, waktu terbaik adalah setelah makan siang dan menjelang pulang kerja.

3. Instagram

Dalam satu aplikasi Instagram, bisa memuat 5 akun yang berbeda. Manfaatkan ini untuk manajemen aset digital. Posting lah konten sehari sekali/dua kali dalam instagram bisnis Anda. Konten itu bisa berupa gambar atau video dengan durasi maksimal 1 menit.

4. Youtube

Netizen suka video karena bosan dengan konten berbasis teks dan gambar. Youtube punya pengunjung unik dan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan bisnis Anda. Buatlah video lewat smartphone atau gunakan tenaga profesional. Upload seminggu sekali.

5. Twitter

Netizen yang menggunakan twitter punya karakteristik unik. Dari kalangan berpendidikan dan netizen yang punya jiwa individualis suka berlama-lama di twitter. Update lah 2-4 status perhari untuk eksis di netizen.

6. Newsletter

Pelanggan jangan dibiarkan pergi begitu saja. Minta email mereka dan gunakan untuk memanjakan mereka dengan konten Anda. Pergunakan fasilitas mailchimp.com untuk berkirim newsletter kepada pelanggan.

Konten tidak boleh melulu jualan. Berikan pelanggan konten yang bermanfaat seperti tips, trik, edukasi produk, event, dan promo tertentu. Newsletter adalah cara untuk selalu terkoneksi dengan pelanggan Anda.

Engagement atau Keterlibatan Anda atau brand perusahaan yang muncul bersama warganet secara online adalah aset.

Sosial Media Lainnya

Macam contoh lain adalah keterlibatan di LinkedIn, Forum diskusi online, di TripAdvisor untuk pemain tour travel dan hospitality, Path, Pinterest, Vimeo, dan masih banyak lagi.

Siapkan mental dan tenaga untuk ambil bagian dalam entitas online. Semakin banyak, semakin baik!

Warganet juga mesti menambah edukasi dengan membaca, melihat dan meyakinkan diri sebelum mereka membeli, oleh karena itu mesti dibangun interest mereka dengan konten yang berkualitas.

Aset digital yang sepi dengan konten akan terlihat sebagai bisnis yang tenggelam. Membuat dan berkreasi dengan konten-konten kreatif adalah cara untuk membangun aset-aset digital Anda.

Demikian artikel tentang Pentingnya Aset Digital Jawan Now, semoga bermanfaat.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *